Bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) membutuhkan ruang yang tidak hanya nyaman, tetapi juga mampu mendukung produktivitas. Karena itu, perencanaan tata letak menjadi hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal. Dengan bantuan Arsitek Bangunan, pemilik rumah dapat menciptakan ruang kerja yang fungsional tanpa harus mengorbankan kenyamanan area hunian lainnya.
Seorang Arsitek Bangunan dapat membantu menyesuaikan kebutuhan ruang kerja dengan luas lahan, kondisi bangunan, pencahayaan, sirkulasi udara, hingga karakter penghuni. Berikut beberapa ide tata letak ruang yang dapat diterapkan untuk menunjang aktivitas WFH.
- Manfaatkan Sudut Ruangan
Tidak selalu membutuhkan ruangan khusus untuk membuat area kerja. Sudut ruang keluarga, kamar tidur, atau area di bawah tangga dapat dimanfaatkan sebagai ruang kerja sederhana. Gunakan meja yang ukurannya sesuai dengan area tersedia agar sirkulasi tetap terasa lega. Nah, konsep ini cocok untuk rumah dengan luas terbatas. Meja tempel atau meja multifungsi juga bisa menjadi opsi karena tidak membutuhkan banyak ruang. Penataan seperti ini memungkinkan satu area memiliki beberapa fungsi tanpa membuat rumah terasa penuh.
- Buat Ruang Kerja Dekat Sumber Cahaya
Pencahayaan alami menjadi salah satu aspek penting dalam merancang ruang kerja. Posisi meja sebaiknya berada dekat jendela, tapi monitor tidak langsung menghadap sumber cahaya untuk mengurangi pantulan layar. Menurut Pinhome, pencahayaan alami merupakan salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan ketika membuat ruang kerja di rumah. Selain membantu kenyamanan visual, cahaya alami juga dapat membuat ruangan terasa lebih terbuka.
Dalam proses perencanaan, Arsitek Bangunan akan mempertimbangkan posisi jendela, arah datangnya cahaya, sampai pada tata letak furnitur agar ruangan tetap nyaman digunakan untuk waktu yang lama bahkan sepanjang hari.
- Gunakan Konsep Ruang Multifungsi
Bagi pemilik rumah dengan keterbatasan lahan, konsep multifungsi bisa menjadi solusi. Ruang kerja bisa dirancang menyatu dengan ruang keluarga, kamar tamu, atau area lainnya. Furnitur lipat dan meja dengan ruang penyimpanan tambahan dapat membantu menjaga ruangan tetap rapi. Konsep ruang yang fleksibel juga dapat membuat rumah lebih efisien. Dekoruma, misalnya, merekomendasikan penggunaan elemen yang bersifat multifungsi dan hemat ruang untuk menciptakan kantor pribadi di rumah.
- Pisahkan Area Kerja dan Area Istirahat
Meskipun berada di dalam rumah, area kerja sebaiknya memiliki batas yang jelas dengan area istirahat. Hal ini juga penting untuk membatasi mode bekerja dan mode bersantai. Pemisahan tersebut tidak harus menggunakan dinding permanen. Rak buku, partisi kayu, tanaman, atau perbedaan warna dinding dapat digunakan sebagai pembatas visual.
Dengan pembagian tersebut, aktivitas bekerja dan kehidupan pribadi menjadi lebih mudah dipisahkan. Konsep rumah sekaligus kantor juga dapat menggunakan pendekatan open plan dengan meminimalkan sekat, selama setiap fungsi ruang tetap memiliki batas yang jelas.
- Perhatikan Ergonomi dan Penyimpanan
Selain estetika, kenyamanan tubuh juga harus menjadi perhatian. Pilih meja dan kursi dengan ukuran yang sesuai serta pastikan terdapat ruang gerak yang cukup. Kabel komputer, dokumen, dan perlengkapan kerja sebaiknya memiliki tempat penyimpanan khusus agar meja tidak berantakan. Ruang kerja yang rapi akan membuat aktivitas WFH lebih nyaman. Penggunaan furnitur sederhana dengan penyimpanan terintegrasi juga dapat membantu memaksimalkan ruang yang tersedia.
Tata letak ruang kerja untuk WFH tidak harus mewah atau membutuhkan ruangan yang luas. Dengan perencanaan yang tepat, area kecil sekalipun dapat diubah menjadi ruang kerja yang nyaman dan produktif. Melibatkan Arsitek Bangunan sejak tahap perencanaan dapat membantu menghasilkan tata ruang yang sesuai dengan kebutuhan penghuni sekaligus tetap selaras dengan keseluruhan desain rumah.
Butuh Bantuan Merancang Ruang WFH?
Jika Anda masih bingung menentukan posisi ruang kerja, ukuran furnitur, pencahayaan, hingga pembagian area kerja dan area keluarga, konsultasikan kebutuhan Anda bersama Warnaa Ars Studio. Dengan perencanaan yang tepat dari Arsitek Bangunan, ruang WFH dapat dibuat lebih nyaman, fungsional, dan tetap menyatu dengan konsep rumah secara keseluruhan. Lumayan, kan? Daripada tiap hari sibuk nyari kafe buat WFH.

